Aku akan mengisahkan
ceritaku, cerita kehidpan yang ku anggap sebagai pelajaran paling berharga.
Namaku Nisa Firdausi yang kata mama artinya wanita Surga, namun teman-teman
memanggilku dengan nama Icha karena menurut mereka nama itu lebih cocok untuk seorang
model sepertiku. Aku lahir sebagai anak tunggal dan papaku adalah pemilik
sekolah dimana aku bersekolah, mamaku seorang dokter. Aku juga memiliki
sahabat-sahabat paling baik, dan terakhir aku juga memiliki kekasih bernama
Adrian, kapten basket sekolah. Sekarang aku masih kelas 2 SMA dan aku juga
seorang model, bisa di bilang hidupku nyaris sempurna.
Aku seorang remaja yang begitu
mencintai fashion, tinggi tubuhku 170 cm, rambutku hitam lurus alami, dan
kulitku putih tanpa memakai suntik pemutih. Aku begitu menikmati kehidupanku
saat itu, tak ada yang menghalangi segala aktivitasku hingga malam itu saat aku
sedang menemani mama nonton film, kami membahas tentang ulang tahun papa.
Hampir saja aku lupa bahwa seminggu lagi papa ulang tahun dan rencana aku dan
mama akan memberikan kejutan untuknya, aku bertanya pada mama kira-kira hadiah
apa yang paling pantas untuk papa? dan jawaban mama seketika membuatku shock. “
kamu mau tahu hadiah apa yang paling tepat untuk papa? Dengan kamu menutup
aurat.” Pikiranku langsung kacau dan aku langsung saja meninggalkan mama dan
pergi ke kamarku. Kenapa mama berkta seperti itu? Aneh sekali. Aku masih tidak
habis pikir padahal sebelumnya mama ataupun papa tak pernah menegur dengan
pakaianku. Bagaimna bisa aku berkerudung saat kaririku sebagai model sedang
naik daun, terlenih bagaimana tanggapan ketiga sahabatku, Lisa, Be3lla, dan
Nadin? Bagaimana reaksi Adrian? Bagaimana dengan kontrak kerjaku? Lagian aku
masih umur 17 tahun dan kalau Cuma berkerudung bisa kapan saja, mungkin klau
sudah umur 40 tahun keatas, intinya saat itu aku sama sekali tidak siap untuk
berkerudung.
Keesokan harinya aku menceritakan
permintaan mama kepada ketiga sahabatku dan mereka tertawa mendengar ceritaku.
Mereka bilang kalau berkerudung saat ini bisa ketinggalan zaman, dan bisa
membatasi gerak, aku semakin tekad untuk tidak memikirkan ucapan maam lagi,
masih banyak haddiah yang bisa aku berikan pad papa. Seminggu kemudin aku
sedang berjlan bersama Adrian untuk membeli hadiah untuk papa,tiba-tiba menghubungiku
dan mengabarkan bahwa papa kecelakaan saat itu aku langsung pergi naik taxi
menuju rumah sakit. Sampainya di rumah sakit aku melihat tubuh papa yang
berlumur darah, disampingnya mama menangis tersedu-sedu, aku mendekati papa dan
memeluknya.aku juga mengatakan selamat ulang tahun pada papa. Kenapa mesti hari
ini? Saat ulang tahun papa? Tiba-tiba papa membelai rambutku dan membisikkan
sesuatu di telingaku, meski suaranya parau tapi aku masih bisa mendengar dengan
jelas, “ Nak, , jagain mama, maaf papa nggak bisa jadi ayah yag baik, turuti
ucapan mama dan papa ingin kamu berkerudung ya, papa ingin kamu jadi wanita
sholehah papa.... “ papa tiba-tiba kejang-kejang dan menutup matanya. Aku
berterik mengguncang tubuh papap, aku histeris,
dan aku merasakan tangan mama membelai kepalaku dan mendekpmu begitu
erat, saat itu pandanganku tib-tiba terasa gelap.
Sejak kepergian papa aku selalu
bermimpi bertemu papa dan melihat papa disiksa, sudah beebrapa kali aku brmimpi
seperti iyu hingga suatu hari aku mendengar ceramah dari ustad yang sedang
mengisi pengajian dirumah “ satu langkah anak perempuan kelur dari rumah tanpa
menutup urat,satu langkah pula ayahnya mendekat ke neraka” saat tu aku langsung
memutuskan untuk berkerudung dan ku sudah siap menerima resikonya. Benar saja
setelah sebulan aku memutuskan untuk berkerundung semuproduser membatalkan
kontrak denganku hingg aku harus membayat kerugian mereka, ketiga sahabatku
menjauhiku, Adrian kekasihku selama 6 tahun ini juga meminta putus dariku. Apa
kalian tahu bagaimana perasaanku? Sakit sekali. Aku kehilangan orang-orang
terdekatku. Suatu ketika perusahaan papa bangkrut dan keadaan ekonomi
keluargaku hancur, mama butuh uang banyak untuk membayar hutang persahaan
sementara aku sudah tidak bekerja lagi, dan saat itu salah satu produser
menawariku smenjadi model vidio klip dengan bayaran yang cukup tinggi dengan
syarat aku melepas jilbabku, aku menyetujuinya karena aku tak sanggup melihat
mama susah, akhirnya aku menjalani kontrak dengannya selama setengah bulan
tanpa sepengatahuan mama,dan karena kejadian itu ketiga sahabatku kembali
mendekatiku terkecuali Adrian yang sudah pindah sekolah, tapi ternyata mama
mengetahui semuanya, malam itu mama kekamarku dan menangis sembari memelukku,
mama mengatakan sesuatu yang berhasil mencabik-cabik hatiku.” Sayang, mama
nggak butuh kamu kerja keras demi melunasi hutang perusahaa, apalagi dengan
cara kamu melepas jilbabmu, tugas kamu Cuma belajar, mama yang salah karena
sejak kecil mama terlalu memanjakan kamu, mama melarang papamu untuk
memasukkanmu ke psantren, mamamenyesal. Mama Cuma ingin kamu istiqomah untuk
berkerudung, itu saja”.
Saat itu aku semakin merasa
bersalah. Aku berjanji tak akan mengecewakan mama lagi, aku memutuskan untuk
tetap istiqomah berkerudung meski aku harus kecewa lagi karena ketiga temanku
memlih pergi lagi, aku tak ingin perduli karena aku ingat pesan mama bahwa
sahabat yang baik itu adalah sahabat yang akan selalu mengingatkan dan
mendekakan kita pada Allah. Aku menata hidupku lagi dengan menjadi muslimah
yang baik, tak ada lagi rok diatas lutut ataupun baju ketat dan rambut hitam
lurusku yang selalu terurai, apalagi ketika guru agama di sekolah mengatakan
bahwa wanita berjilbab jauh lebih cantik dan akan di hormati. Hingga sampai
pada saat aku akan meningglkan dunia putih abu-abuku aku masih istiqomah dan
saat itu ada beberapa produser yang mulai menawariku untuk menjadi model
pakaian syar’i, tentu akan menerimanya dengan senang dan bahkan dengan
penampilanku yang saat ini aku lebih banyak di kenal dan di gemari oleh remaja
hingga aku mendapat sebuah tawaran untuk bermain film layar lebar bernuansa
islam.
Dan suatu hari ada tamu yang datang
kerumah, seorang laki-laki yang hampir saja tak aku kenali, penampilannya 180
derajat berubah, itu Adrian yang tiba-tiba melamarku. Aku terkejut apalagi saat
dia mengatakan alasan kepergiannya. “ aku pergi karna aku merasa belum siap
menerima perubahan kamu, di satu sisi aku juga nggak mau kehilangan kamu, kita
sudah 6 tahun sama-sama dan aku nggak bisa menghancurkan itu, aku memilih pergi
dan melanjutkan sekolah ke pesantrea, aku juga ingin memperbaiki diri seperti
kamu agar aku pantas untuk gadis sepertimu. Jadi, maukah kamu menikah denganku
Nisa?” kalimat yang membuatku seperti melayang, aku langsung menerima
lamarannya dan sebulan kemudian kita menikah, kita tidak mau pacaran lagi
karena kita sama-sama tahu bahwa itu dosa. Dan yang paling mengejutkan lagi
lawan mainku di film itu adalah Adrian, suamiku sendiri. Aku sangat bahagia dan
tak hentinya bersyukur.
Dari kisah itu aku menddapat banyak
pelajaran bahwa betapa sulit istiqomah tapi jika terus di pertahanan buahnya
sangat manis, baku juga tahu bagaimana berteman itu dan yang paling penting aku
tahu bahwa berkerudung bukan hanya suatu tuntutan tapi adalah sebuah kewajiban
saat umur kita sudah baligh.
Nihayatun
Nuril Afifah
EmoticonEmoticon