Selasa, 25 April 2017

istiqomah berjilbab

                Aku akan mengisahkan ceritaku, cerita kehidpan yang ku anggap sebagai pelajaran paling berharga. Namaku Nisa Firdausi yang kata mama artinya wanita Surga, namun teman-teman memanggilku dengan nama Icha karena menurut mereka nama itu lebih cocok untuk seorang model sepertiku. Aku lahir sebagai anak tunggal dan papaku adalah pemilik sekolah dimana aku bersekolah, mamaku seorang dokter. Aku juga memiliki sahabat-sahabat paling baik, dan terakhir aku juga memiliki kekasih bernama Adrian, kapten basket sekolah. Sekarang aku masih kelas 2 SMA dan aku juga seorang model, bisa di bilang hidupku nyaris sempurna.
            Aku seorang remaja yang begitu mencintai fashion, tinggi tubuhku 170 cm, rambutku hitam lurus alami, dan kulitku putih tanpa memakai suntik pemutih. Aku begitu menikmati kehidupanku saat itu, tak ada yang menghalangi segala aktivitasku hingga malam itu saat aku sedang menemani mama nonton film, kami membahas tentang ulang tahun papa. Hampir saja aku lupa bahwa seminggu lagi papa ulang tahun dan rencana aku dan mama akan memberikan kejutan untuknya, aku bertanya pada mama kira-kira hadiah apa yang paling pantas untuk papa? dan jawaban mama seketika membuatku shock. “ kamu mau tahu hadiah apa yang paling tepat untuk papa? Dengan kamu menutup aurat.” Pikiranku langsung kacau dan aku langsung saja meninggalkan mama dan pergi ke kamarku. Kenapa mama berkta seperti itu? Aneh sekali. Aku masih tidak habis pikir padahal sebelumnya mama ataupun papa tak pernah menegur dengan pakaianku. Bagaimna bisa aku berkerudung saat kaririku sebagai model sedang naik daun, terlenih bagaimana tanggapan ketiga sahabatku, Lisa, Be3lla, dan Nadin? Bagaimana reaksi Adrian? Bagaimana dengan kontrak kerjaku? Lagian aku masih umur 17 tahun dan kalau Cuma berkerudung bisa kapan saja, mungkin klau sudah umur 40 tahun keatas, intinya saat itu aku sama sekali tidak siap untuk berkerudung.
            Keesokan harinya aku menceritakan permintaan mama kepada ketiga sahabatku dan mereka tertawa mendengar ceritaku. Mereka bilang kalau berkerudung saat ini bisa ketinggalan zaman, dan bisa membatasi gerak, aku semakin tekad untuk tidak memikirkan ucapan maam lagi, masih banyak haddiah yang bisa aku berikan pad papa. Seminggu kemudin aku sedang berjlan bersama Adrian untuk membeli hadiah untuk papa,tiba-tiba menghubungiku dan mengabarkan bahwa papa kecelakaan saat itu aku langsung pergi naik taxi menuju rumah sakit. Sampainya di rumah sakit aku melihat tubuh papa yang berlumur darah, disampingnya mama menangis tersedu-sedu, aku mendekati papa dan memeluknya.aku juga mengatakan selamat ulang tahun pada papa. Kenapa mesti hari ini? Saat ulang tahun papa? Tiba-tiba papa membelai rambutku dan membisikkan sesuatu di telingaku, meski suaranya parau tapi aku masih bisa mendengar dengan jelas, “ Nak, , jagain mama, maaf papa nggak bisa jadi ayah yag baik, turuti ucapan mama dan papa ingin kamu berkerudung ya, papa ingin kamu jadi wanita sholehah papa.... “ papa tiba-tiba kejang-kejang dan menutup matanya. Aku berterik mengguncang tubuh papap, aku histeris,  dan aku merasakan tangan mama membelai kepalaku dan mendekpmu begitu erat, saat itu pandanganku tib-tiba terasa gelap.
            Sejak kepergian papa aku selalu bermimpi bertemu papa dan melihat papa disiksa, sudah beebrapa kali aku brmimpi seperti iyu hingga suatu hari aku mendengar ceramah dari ustad yang sedang mengisi pengajian dirumah “ satu langkah anak perempuan kelur dari rumah tanpa menutup urat,satu langkah pula ayahnya mendekat ke neraka” saat tu aku langsung memutuskan untuk berkerudung dan ku sudah siap menerima resikonya. Benar saja setelah sebulan aku memutuskan untuk berkerundung semuproduser membatalkan kontrak denganku hingg aku harus membayat kerugian mereka, ketiga sahabatku menjauhiku, Adrian kekasihku selama 6 tahun ini juga meminta putus dariku. Apa kalian tahu bagaimana perasaanku? Sakit sekali. Aku kehilangan orang-orang terdekatku. Suatu ketika perusahaan papa bangkrut dan keadaan ekonomi keluargaku hancur, mama butuh uang banyak untuk membayar hutang persahaan sementara aku sudah tidak bekerja lagi, dan saat itu salah satu produser menawariku smenjadi model vidio klip dengan bayaran yang cukup tinggi dengan syarat aku melepas jilbabku, aku menyetujuinya karena aku tak sanggup melihat mama susah, akhirnya aku menjalani kontrak dengannya selama setengah bulan tanpa sepengatahuan mama,dan karena kejadian itu ketiga sahabatku kembali mendekatiku terkecuali Adrian yang sudah pindah sekolah, tapi ternyata mama mengetahui semuanya, malam itu mama kekamarku dan menangis sembari memelukku, mama mengatakan sesuatu yang berhasil mencabik-cabik hatiku.” Sayang, mama nggak butuh kamu kerja keras demi melunasi hutang perusahaa, apalagi dengan cara kamu melepas jilbabmu, tugas kamu Cuma belajar, mama yang salah karena sejak kecil mama terlalu memanjakan kamu, mama melarang papamu untuk memasukkanmu ke psantren, mamamenyesal. Mama Cuma ingin kamu istiqomah untuk berkerudung, itu saja”.
            Saat itu aku semakin merasa bersalah. Aku berjanji tak akan mengecewakan mama lagi, aku memutuskan untuk tetap istiqomah berkerudung meski aku harus kecewa lagi karena ketiga temanku memlih pergi lagi, aku tak ingin perduli karena aku ingat pesan mama bahwa sahabat yang baik itu adalah sahabat yang akan selalu mengingatkan dan mendekakan kita pada Allah. Aku menata hidupku lagi dengan menjadi muslimah yang baik, tak ada lagi rok diatas lutut ataupun baju ketat dan rambut hitam lurusku yang selalu terurai, apalagi ketika guru agama di sekolah mengatakan bahwa wanita berjilbab jauh lebih cantik dan akan di hormati. Hingga sampai pada saat aku akan meningglkan dunia putih abu-abuku aku masih istiqomah dan saat itu ada beberapa produser yang mulai menawariku untuk menjadi model pakaian syar’i, tentu akan menerimanya dengan senang dan bahkan dengan penampilanku yang saat ini aku lebih banyak di kenal dan di gemari oleh remaja hingga aku mendapat sebuah tawaran untuk bermain film layar lebar bernuansa islam.
            Dan suatu hari ada tamu yang datang kerumah, seorang laki-laki yang hampir saja tak aku kenali, penampilannya 180 derajat berubah, itu Adrian yang tiba-tiba melamarku. Aku terkejut apalagi saat dia mengatakan alasan kepergiannya. “ aku pergi karna aku merasa belum siap menerima perubahan kamu, di satu sisi aku juga nggak mau kehilangan kamu, kita sudah 6 tahun sama-sama dan aku nggak bisa menghancurkan itu, aku memilih pergi dan melanjutkan sekolah ke pesantrea, aku juga ingin memperbaiki diri seperti kamu agar aku pantas untuk gadis sepertimu. Jadi, maukah kamu menikah denganku Nisa?” kalimat yang membuatku seperti melayang, aku langsung menerima lamarannya dan sebulan kemudian kita menikah, kita tidak mau pacaran lagi karena kita sama-sama tahu bahwa itu dosa. Dan yang paling mengejutkan lagi lawan mainku di film itu adalah Adrian, suamiku sendiri. Aku sangat bahagia dan tak hentinya bersyukur.
            Dari kisah itu aku menddapat banyak pelajaran bahwa betapa sulit istiqomah tapi jika terus di pertahanan buahnya sangat manis, baku juga tahu bagaimana berteman itu dan yang paling penting aku tahu bahwa berkerudung bukan hanya suatu tuntutan tapi adalah sebuah kewajiban saat umur kita sudah baligh.
                                                                                                            Nihayatun Nuril Afifah

           

This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon

:)
:(
hihi
:-)
:D
=D
:-d
;(
;-(
@-)
:o
:>)
(o)
:p
:-?
(p)
:-s
8-)
:-t
:-b
b-(
(y)
x-)
(h)